What my heart wants to say...

Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

Postingan kali ini benar-benar dibuat dengan sengaja karena melihat banyaknya komentar-komentar bernada "miring" yang saya lihat di Facebook mengenai kampus saya. Herannya, mereka masih saja memperdebatkan masalah, yang menurut saya, tidak pernah saya perdebatkan selama sembilan tahun berada disini, di kampus ini. Jika ditanya apakah saya marah, saya tidak marah. Sama sekali tidak marah. Hanya saja saya berfikir, apakah mereka atau anda-anda semua yang memfitnah kampus saya itu tidak lelah dengan segala macam argumen-argumen yang tidak ada buktinya??? Mengapa saya katakan "memfitnah"? Karena semua yang anda atau mereka katakan tidak benar. Apakah mereka atau anda pernah tinggal di Al-Zaytun selama sembilan tahun???

Saya telah membaca dan memikirkan semua komentar-komentar bernada jelek mengenai kampus saya. Dalam kata lain, kampus saya "diberi stempel" sesat oleh sekelompok orang. Dari mana dikatakan sesat? Selama dalam kampus ini, tidak pernah saya tidak disuruh untuk tidak sholat wajib. Selama dalam kampus ini, tidak pernah saya tidak disuruh untuk tidak berpuasa wajib. Selama dalam kampus ini, saya bebas melakukan amalan-amalan sunnah. Selama dalam kampus ini, kami masih menyembah Allah Ta'alaa. Lantas dari mana dikatakan sesat? Apakah mereka atau anda pernah tinggal di Al-Zaytun selama sembilan tahun???

Sesungguhnya sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain
Berdasar dari hadits diatas, apakah mereka atau anda-anda semua sudah bermanfaat bagi orang lain? Tolong, jangan memfitnah. Tapi lebih baik jika mereka atau anda-anda memberika solusi, kritik atau saran agar kampus saya jadi lebih baik. Komentar mereka atau anda-anda semua yang bernada "nyeleneh" tersebut sangat tidak bermanfaat bagi orang lain. Apakah kalian ingin memecah belah umat Islam? Saya heran terhadap anda-anda atau mereka yang "amat sangat tidak menyukai" kampus saya. Kita semua sebagai umat Islam baiknya menjaga ukhuwah islamiyah. Bahkan Rasulullah pun selalu mengingatkan kita semua dalam hadits beliau untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan umat Islam dimanapun berada. Lantas apakah mereka atau anda-anda semua sudah menjalankan amanah dari Kanjeng Nabi tersebut??? Apakah mereka atau anda pernah tinggal di Al-Zaytun selama sembilan tahun???

Kami semua, baik itu yang berada dalam lingkungan kampus atau yang tidak, baik itu yang pernah memiliki hubungan dengan kampus ataupun yang tidak pernah, merasa lelah dan bosan dengan komentar-komentar mereka atau anda-anda sekalian. Komentarnya itu-itu saja. Mereka atau anda-anda semua tidak pernah tinggal selama sembilan tahun di Al-Zaytun. Terkesan jika mereka atau anda-anda semua tidak mengetahui apa yang kalian tidak ketahui.

Apakah mereka atau anda pernah tinggal di Al-Zaytun selama sembilan tahun???

[ Read More ]

i***: Wah..crt km g lepas dr prcntaan y, hehe..
P***: sial!!!
P***: kirain tanggapan kmu serius tentang masalah konfliknya
P***: eh gak taunya malah ngurusin love story-nya
i***: Hehe.. Abis aq srg bngt dgr km jth cnt..

Wah ternyata ada juga yang menganggap saya sering jatuh cinta. Tapi saya tidak pungkiri hal tersebut. Memang benar adanya. Saya terlalu sering jatuh cinta. Setiap saya bercerita kepada kawan saya, pasti tidak jauh dari masalah cinta. Dan pasti cerita dengan pria yang berbeda. Hehehe... Namun hal tersebut bukan berarti saya playgirl atau semacamnya. Masalahnya, saya suka dengan orang tersebut, tapi tidak pernah disampaikan langsung ke "target"nya. Tapi pastinya tidak terlalu cinta seperti yang pernah ditayangkan di film atau sinetron. Sampai rela bunuh diri karena patah hati...

Cinta memang tak pernah terlepas dari tiga hal, yaitu: Rindu, Cinta, dan Cemburu. Ketiganya memiliki definisi yang abstrak dan tidak terlepas dari berbagai aspek. 

Baru kemarin saya mengikuti seminar dengan tema Pendidikan Seks Pada Remaja. Ternyata saya menemukan sedikit "pencerahan" dari seminar tersebut (Hehehe...). Dunia Kedokteran memaknai cinta sebagai sesuatu yang ditimbulkan oleh senyawa Pheromon dalam tubuh. Deskripsi lain mengenai cinta ialah kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut (Wikipedia). Rindu pun juga ditimbulkan oleh Pheromon tersebut karena Pheromon memberi andil dalam menimbulkan rasa ketertarikan kepada lawan jenis. Sedangkan rasa cemburu adalah ketakutan berpindahnya rasa kasih sayang terhadap orang lain, atau ketidakpercayaan akan kesetiaan orang yang dicintai, seperti suami, isteri atau kekasih.

Dalam seminar kemarin juga disebutkan, ada beberapa aktifitas seksual (pelakunya ialah wanita dan pria) yang meliputi:
  1. Bergandengan tangan
  2. Berpelukan
  3. Ciuman
  4. Petting
  5. Oral sex
  6. Bersenggama
Keenam hal tersebut sudah termasuk aktifitas seksual. Sedangkan aktifitas seksual harusnya dilakukan dengan pasangan yang sah. Lantas bagaimana ketika kita dilanda cinta kepada seseorang, namun kita tak mau terjerumus hanya karena iming-iming cinta tersebut?

Saya mendapat solusi ketika menghadiri seminar kemarin (rasanya banyak hal bermanfaat yang saya dapat dari seminar tersebut). Solusi ketika kita jatuh cinta, namun kita harus dapat berfikir jernih dan logis. Ketika kita jatuh cinta, maka kita bagaikan dibius cinta. Selalu terbayang wajahnya. Bagaikan orang yang tidak sadar, wajah sang kekasih selalu ada dimana-mana. Untuk menanggulangi hal tersebut, maka tariklah nafas dalam-dalam. Ambil oksigen sebanyak-banyaknya. Mengapa harus demikian?

Oksigen adalah makanan bagi otak. Untuk selalu berfikir logis, otak perlu diberi asupan. Salah satunya ialah Oksigen tersebut. Oksigen membuat otak kita selalu sadar. Itulah mengapa kita harus selalu sadar akan cinta ketika cinta tersebut menjadi penyebab utama timbulnya dosa. 

Bukan berarti cinta itu mengerikan. Tidak sama sekali! Cinta itu indah, karena ia diciptakan oleh Sang Maha Cinta. Allah pun telah menciptakan cinta untuk hal yang positif. Allah pun telah memberi aturan bahwa cinta harus diikat dalam suatu ikatan cinta yang suci dan sah menurut agama dan negara, yaitu dengan cara pernikahan. Allah sama sekali tidak melarang untuk menyalurkan energi cinta tersebut. Namun harus dengan cara yang halal dan baik. Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 223:
Istri-istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladang-ladang itu kapan saja dengan cara yang kamu sukai. Dan utamakanlah (yang baik) untuk dirimu...
Jika berbicara tentang cinta, saya teringat novel Ketika Cinta Bertasbih yang pernah saya baca dan telah difilmkan. Dalam novel tersebut ada sebuah kutipan dari Ibnu Athaillah yang sangat saya suka.
Tidak ada yang bisa mengusir syahwat atau kecintaan pada kesenangan duniawi, selain rasa takut kepada Allah yang menggetarkan hati, atau rasa rindu kepada Allah yang membuat hati
merana!
Oleh karena itu, jangan takut jatuh cinta. Salurkan cinta tersebut dengan cara yang baik dan sah. Cinta tidak diciptakan untuk sesuatu yang menjerumuskan manusia. Segala akibat buruk dan segala dosa karena cinta, semua itu adalah karena sifat manusia itu sendiri. Bukan karena Penciptanya.
[ Read More ]

Aku telah relakan dirimu tak bersamaku...
Meskipun kutahu ini bukan inginku dan juga bukan inginmu...
Kuharap kau tak menyesal atas tindakanmu...
Rupanya kau lebih membela dirinya daripada diriku...

Kusangsikan cintamu padaku...
Disaat aku menangis, kau hanya diam terpaku...
Tolong pilih aku!!!
Tapi kau sama sekali tak bergeming dari tempatmu...

Ketika orang terdekatmu menyeretmu dalam suatu paksaan...
Kau sama sekali tak memberontak...
Ikuti kata hatimu!!!
Apakah kau tak hadirkan aku dalam nafasmu???

Aku menangis, kau pun begitu...
Tangisku karena perpisahanku denganmu...
Namun tangismu karena ke-diam-anmu...

Sudahlah...
Hentikan tangismu...
Terlambat sudah semuanya...
Aku benci melihatmu menangis!!!

Aku sama sekali tak salahkanmu...
Saat ini aku berterimakasih padamu...
Terimakasih kau beriku kesempatan untuk mencari yang lebih baik darimu...
Namun maukah kau jauhiku untuk sementara waktu???
Mungkin sampai sembuh lukaku karena tindakanmu...
[ Read More ]

Tiba-tiba saya teringat kembali masa 5 tahun lalu. Masa ketika saya pertama kali menerima pengumuman penjurusan. Ketika itu semua santri mengharapkan kelas jurusan IPA. Banyak yang bertanya ke ustadz-ustadzah tentang nilai yang mereka dapatkan. Namun tidak begitu yang terjadi dengan sang penulis blog ini. Saya masih tetap menunggu dengan harap-harap cemas. Tidak berarti mengharapkan jurusan IPA. Saya berdo'a kepada Allah untuk diberikan yang terbaik sesuai dengan kemampuan saya. Menjelang magrib, saya menerima hasilnya. Dan hasilnya, saya masuk jurusan IPS!!!

[ Read More ]

Sudah dua hari ini selalu hujan. Sudah dua hari ini aku merasa selalu lapar (emang dasar gw yang maruk kali ya??? hehehe...). Hujan seharusnya disyukuri, tapi yang ada di Jakarta ternyata menjadi petaka. Yang namanya Jakarta, setiap hujan pasti banjir. Selalu always, nggak pernah never (apa bedanya???). Sekarang aku berada di kamarku, tempat paling nyaman untuk tidur (ya iyalah...). Menatapi hujan yang turun sedari kemarin. Dingin, namun menyejukkan (saking sejuknya, sampai-sampai ngantuk terus...). Hmm... Apa kabarmu, Jakarta? Apakah masih terlihat genangan air setinggi satu meter di salah satu daerahmu?

Hujan kali ini tak beda dari tahun-tahun sebelumnya. Deras dan berhari-hari. Dan dapat diperkirakan akan banyak timbul penyakit musiman. Seperti demam berdarah, disentri, muntaber, penyakit kulit lainnya. Rasanya Jakarta tak pernah tenang di musim hujan. Bukan... Jakarta tak pernah tenang setiap harinya. Asap kendaraan bermotor, bising suara pabrik, ramai orang beraktifitas, dan jalan-jalannya yang tak pernah sepi pejalan kaki. Belum lagi polusi asap rokok yang telah menelan banyak korban. Entah lah... Rasanya bernafas dengan aman pun sulit.

Oh Jakarta, apa kabarmu hari ini?
[ Read More ]

Banyak orang mengatakan kalau lebih baik sakit gigi daripada sakit hati (tapi lebih baik sakit hati daripada sakit gigi. kan kalau sakit hati, cuma sebentar. hehehe...). Memang lah kalau sudah masalah perasaan, rasanya sulit sekali diobati. Pasti ada saja orang yang mengadu ke saya tentang sakit hati putuskan cintanya oleh sang pujaan hati (that's why cinta itu bullshit!!!). Mereka bilang kalau rasanya sakit diperlakukan sepert itu. Seolah-olah tidak dihargai. Memang dimana-mana lebih menyenangkan dicintai daripada mencintai. Dan itulah resiko mencintai. Terkadang tidak adil, terkadang wajar saja. Tidak adil karena tidak berbalas, atau malah wajar karena itulah resiko menjalin suatu hubungan. Harus siap kecewa dan sakit hati.

"Susah, War kalo nggak pacaran. Nggak ada yang merhatiin," begitu kata teman saya. So, apa dengan adanya pacar kamu akan selalu diperhatikan terus? Apa dengan adanya pacar, kamu akan selalu merasa senang? Nyatanya tidak selalu benar tuh...

Terserah apa kata orang, yang penting menurut saya, pacaran itu bukanlah segalanya. Tanpa adanya pacar, kita masih bisa tetap hidup kok. Saya dulu juga pernah mempunyai seorang pacar. Lalu putus setahun kemudian. Seminggu kemudian sudah ada pengganti lagi (weleh...), dan beberapa bulan kemudian, putus lagi. Awalnya memang sulit untuk tidak pacaran lagi. Tapi lama-lama sudah biasa tuh. Bahkan lebih menyenangkan tidak ada pacar sama sekali. Dan mulai saat itu, saya sadar bahwa tanpa adanya pacar, saya masih ada yang memperhatikan. Baik itu orang tua, maupun teman-teman. So, boyfriend is not everything. Right?

Kalau memang kalian merasa sakit hati putus dengan seseorang, lebih baik "larikan" saja rasa sakit itu ke hal-hal yang positif. Misalnya: tadarus. Daripada terus sedih, lebih baik beribadah saja. Selain meredam emosi, juga menambah amal. Ya kan?

Atau sibuk dalam suatu organisasi. Masih banyak hal yang bisa kita lakukan ketika kita sakit hati. Jangan hanya meratapi nasib sendiri. Hal itu hanya akan membuat kalian makin merana dan akhirnya bunuh diri! Bunuh diri itu sama saja tidak mensyukuri pemberian Allah kepada kita. Dan itu dosa.

Tapi yang lebih baik, jangan mencintai pacar kalian 100%. Karena jika akhirnya harus berakhir, kalian akan merasakan sakit hati yang berkepanjangan.

So... Tidak ada pacar bukanlah akhir dari segalanya...
[ Read More ]